Proses Membuat Batik

Sesuai yang diceritakan dalam buku Seni Kerajinan Batik Indonesia oleh S.K. Sewan Susanto, S.Teks. pengerjaan mori batik menjadi kain batik dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pekerjaan persiapan dan membuat batik:

Persiapan

Yaitu mempersiapan mori menjadi kain yang siap untuk dibuat menjadi kain batik. Pekerjaan ini antara lain meliputi:
a. Memotong kain mori  
b. Nggirah (mencuci) atau Ngetel
c. Nganji (menganji)
d. Ngemplong (menyetrika)

Membuat Batik

Yaitu pekerjaan pembuatan batik setelah kain dipersiapkan, yang terdiri dari 3 pekerjaan utama:

1. 
Image
Membatik dengan Canting dan Cap
Menulis atau mengecap dengan lilin batik, yaitu melekatkan lilin batik untuk membuat ragam hias yang dikehendaki. Ragam hias batik tulis dibuat menggunakan canting sedangkan batik cap dengan menggunakan cap. 

2.  Pewarnaan batik, dapat dilakukan dengan mencelup atau dengan melukis. Pewarnaan dilakukan tanpa pemanasan agar tidak melarutkan lilin yang telah ditulis pada tahap sebelumnya.
   
3. 
Image
Melorod
Menghilangkan lilin, yaitu menghilangkan lilin yang dilukiskan pada tahap pertama membuat batik secara sebagian, disebut cara ’ngerok’, atau secara keseluruhan yang disebut juga ’melorod’. Cara ngerok dilakukan dengan menggunakan alat seperti pisau, sedangkan melorod dilakukan dengan merendam kain dalam air panas untuk batik mori katun, sedangkan batik sutra menggunakan bensin. 


Berdasarkan 3 proses utama dalam membuat batik tersebut di atas, terdapat beberapa jenis teknik yang merupakan dari variasi kombinasi dan pengulangan dari 3 proses utama.
Teknik tersebut antara lain adalah:
a. Batik Kerokan
b. Batik Lorodan
c. Batik Bedesan
d. Batik Radioan
e. Batik Kelengan
f. Batik Monochrome
g. Batik Modern [Olin]

 
< Prev   Next >